Page 15 - edisi5
P. 15
DARI RUANG
KELAS ONLINE
KE PANGGUNG DUNIA:
MENGUKIR ASA DAN MERAIH
PENGALAMAN DI NEGERI GINGSENG
SHAN SYUJA ADIWINATA
Tangerang Selatan 18/01/2024 - Dalam Program Indonesian International
era globalisasi ini, tantangan bagi Student Mobility Awards (IISMA)
mahasiswa untuk mengembangkan diri merupakan program beasiswa dari
tidak hanya terbatas pada batas-batas Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
kampus dalam jangkauan nasional, tetapi Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
meluas hingga ke panggung bekerja sama dengan Lembaga
internasional. Program Indonesian Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)
International Student Mobility Awards untuk mendukung mahasiswa Indonesia
(IISMA) menjadi wadah bagi mahasiswa dalam program mobilitas satu semester
Indonesia untuk mengeksplorasi potensi di universitas-universitas terkemuka dan
mereka di kancah global. industri-industri terpercaya di luar
negeri. Program IISMA menawarkan dua
skema untuk mahasiswa, yaitu Sarjana
dan Vokasi, yang membuka wawasan
Shan Syuja Adiwinata mahasiswa Indonesia terhadap
Mahasiswa S1-Sosiologi keragaman akademik dan budaya
internasional. Mahasiswa dapat menjalani
program IISMA ini selama satu semester
(4-6 bulan) di universitas luar negeri
untuk belajar, mengenal budaya asing,
dan melakukan kegiatan praktik untuk
mengasah keterampilan mahasiswa.
Tentu saja Universitas Terbuka (UT) tidak
ingin kehilangan momentum ini. Salah
satu mahasiswa dari UT yang mengikuti
program IISMA ini adalah Shan Syuja
Adiwinata atau akrab disapa Shan. Shan,
mahasiswa dari program studi Sosiologi,
Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik (FHISIP) Universitas Terbuka dan
pada program IISMA. Shan mendapatkan
kesempatan untuk mengikuti program di
Korea University, Korea Selatan.
“Mengikuti
program IISMA
merupakan
sebuah
pencapaian
terbesar dalam
kehidupan
seorang Shan”
Selanjutnya
10
Ini bermula dari kisah Shan yang pernah mendapatkan banyak pengalaman dan
mendaftar di beberapa kampus di pelajaran baru. Shan dapat mengenal
Jepang setelah mendatangi sebuah dan memahami budaya masyarakat dari
event konferensi pendidikan di Senayan. negara yang berbeda melalui
Puji syukur, Shan diterima di tiga kampus teman-teman yang Shan temui.
berbeda di Jepang. Namun, karena Menjalani program IISMA di Korea
faktor yang berada di luar kendali Shan University juga merupakan pengalaman
semasa awal pandemi, rencana itu harus pertama Shan berkuliah secara tatap
Shan batalkan. Tentunya, Shan merasa muka. Perkuliahan dijalankan dengan
sangat kecil hati pada saat itu, ditambah interaktif sehingga Shan dan mahasiswa
lagi ketika Shan gagal masuk PTN. lain dapat saling melontarkan argumen
Setelah itu, Shan mendapat rekomendasi dan bertukar perspektif. Sebagai bagian
dari seorang kerabat untuk mendaftar dari IISMA Korea University, Shan
kuliah di Universitas Terbuka. Alhasil, berkontribusi dalam acara International
Universitas Terbuka menjadi tempat bagi Student Festival yang diselenggarakan
Shan menempuh pendidikan sehingga secara tahunan. Acara tersebut
Universitas Terbuka merupakan jalan merupakan festival dimana mahasiswa
paling tepat untuk diambil dalam situasi dari setiap negara unjuk gigi dalam
pada masa tersebut. Sembari mempromosikan budaya negara mereka.
menempuh pendidikan di Universitas Shan tampil di acara tersebut bersama
Terbuka, Shan masih mencoba untuk mahasiswa Indonesia lain. Kemenangan
mendaftar beberapa jalur beasiswa Indonesia dalam acara tersebut menjadi
untuk kuliah di luar negeri sebagaimana pengalaman paling berkesan bagi Shan
beasiswa penuh merupakan selama menjalankan program IISMA. Di
satu-satunya cara bagi Shan untuk luar kehidupan akademik, Shan sering
mewujudkan mimpi tersebut. Kali ini, menghabiskan waktu dengan
Shan mencoba negara-negara lain berolahraga, baik itu sendiri maupun
seperti Korea, Australia, Kanada, hingga bersama teman. Shan membentuk
Brunei. Namun, kegagalan meraih mimpi kebiasaan hidup yang lebih sehat dengan
tersebut masih berlanjut. Shan merasa lebih aktif bergerak. Hal ini tentunya
putus asa setelah banyaknya usaha yang didukung dengan fasilitas pejalan kaki
dikerahkan. yang memadai dan transportasi umum
yang lebih terjangkau.
Shan juga menceritakan bahwa pada
tahun 2022, Shan diminta oleh rekannya Mengikuti program IISMA telah
untuk membantu dalam mengerjakan membentuk perkembangan dalam diri
esai IISMA 2022. Mulai dari sinilah sosok Shan. Shan merasa telah mengalami
Shan mulai mengenal program IISMA peningkatan terutama dalam hal etos
yang pada saat itu Shan sama sekali kerja dan kedisiplinan. Dari program
belum mengetahui terkait program IISMA Shan juga dapat lebih baik
IISMA ini. Akhirnya, Shan memutuskan memahami orang lain setelah mengenal
untuk menggali lebih dalam mengenai orang dari latar belakang yang
program IISMA dan hal tersebut berbeda-beda. Dari cerita beliau, dapat
menyalakan kembali api semangat yang disimpulkan bahwa program IISMA
pudar untuk mencapai mimpi kuliah di menjadikan Shan sosok individu yang
luar negeri seorang Shan. Sayangnya, lebih baik.
Shan belum berhasil di IISMA 2022,
sehingga Shan berjanji akan mencoba Sebagai penutup Shan juga berpesan,
IISMA di tahun 2023.
Pendaftaran tahap 1 telah diumumkan
dan puji syukur, Shan melaju ke tahap
wawancara. Shan bersiap-siap dengan
melakukan beberapa latihan wawancara
dengan mentor yang merupakan alumni
program IISMA. Shan bersyukur ketika
melihat pengumuman tahap 2 dimana
saya diterima di Korea University melalui
program IISMA. Mimpi yang pudar dan
nyala kembali akhirnya terwujud.
Shan juga menuturkan bahwa saat
menjalani program IISMA, Shan