Page 9 - Edisi3
P. 9
PROFIL MAHASISWA 5
Awal masuk ke UT, perasaan Khalim masih studinya ke luar negeri. Tak lama berselang dari
bercampur. Terdapat tantangan tersendiri kelulusannya, LPDP membuka pendaftaran.
dalam berkuliah di UT. Mulai dari cara Singkat cerita Khalim berhasil lolos seleksi dan
membagi waktu antara kuliah dan bekerja, berhasil diterima di kampus yang menjadi salah
beradaptasi dengan pembelajaran jarak satu dari sepuluh kampus terbaik dunia, yaitu
jauh, serta kendala dalam mendapatkan UCL. Sejak masa kuliahnya di UT, Khalim sudah
pengalaman berorganisasi. Namun segala memiliki target untuk meneruskan ke jenjang
tantangan tersebut dihadapinya, dan baru S2 yang linier dengan passion dan pendidikan
merasakan segala manfaat dan keunggulan S1 nya, yaitu bidang penerjemahan. Namun
yang dimiliki UT setelah ia lulus dan mengejar seiring berjalannya waktu, dengan seluruh
studi S2. Khalim sangat bersyukur telah banyak pertimbangannya, Khalim memiliki Linguistik
menyerap ilmu selama di UT sehingga sangat sebagai jalur selanjutnya. “Semakin lama saya
membantunya dalam belajar selama studi S2. semakin melihat bahwa Linguistik membuka
Setelah lulus dari UT tahun 2018, Khalim banyak possibilities, bisa jadi ahli bahasa,
masih senantiasa mengejar targetnya untuk bisa jadi peneliti di BRIN terkait perkamusan,
memperoleh beasiswa dan melanjutkan thesaurus dan pembelajaran Bahasa Inggris
lainnya. Apalagi, bisa jadi dosen. Scope-nya
jadi lebih luas dan membuka pintu-pintu lain.
Saya sangat excited akan hal itu,” akunya. Hal
ini juga yang memantapkan tekad Khalim
untuk memilih MA in English Linguistics di UCL.
Menuntut ilmu di negara orang pun
tentunya membawa beberapa kendala
dan kesulitan tersendiri. Namun Khalim
enggan menyebutnya sebagai kesulitan. Ia
menganggap itu memang jalan yang harus
ditempuh, jalan yang ia ambil untuk “Going the
Extra Miles”. Khalim mengakui, tantangan yang
ada sudah sebagian berhasil ia lewati berkat
kebiasaannya berkuliah di UT. “Saya terbantu
sekali karena S1 di UT saya terbiasa dengan
e-learning dan penggunaan teknologi dalam
belajar, karena ternyata hampir semua kampus
top di UK menggunakan e-learning. Jadi saya
sudah start duluan berkat kuliah di UT,” papar
Khalim. Selain itu, selama berkuliah di UT,
dirinya sudah terbiasa digembleng dengan
belajar mandiri, ditambah beban pekerjaan
yang juga besar. “Di UCL ini load tugasnya
banyak sekali, tapi saya sudah terbiasa dengan
cara manajemen waktu selama kuliah di UT.
Jadi saya bisa survive. Saya belajar resiliensi
dari UT.”
MAJALAH UT EDISI 3/2023